Struktur Perintah di Linux

Linux memiliki GUI dan Console untuk interface user. Pada kesempatan ini kita akan membahas soal konsole di Linux yang di jadikan interface untuk menulis perintah .

Pada konsole, terdapat 2 jenis prompt, yaitu :
– $ menyatakan prompt regular user dengan shell jenis Korn shell, Bourne Shell atau Bourne Again  Shell.
– % menyatakan prompt regular user dengan shell jenis C Shell
– # menyatakan prompt untuk super user (root)
Sedangkan struktur perintah di Linux di konsole adalah sbb :
nama_perintah [pilihan][argumen …]
keterangan :
kurung siku menyatakan bahwa yang ada didalamnya bersifat opsional, bisa ada bisa
tidak

  •  tanda titik tiga kali (…) menyatakan bahwa komponen di depan tanda ini bisa diulang beberapa kali
  •  nama_perintah dapat berupa perintah yang sudah ada di linux/unix ataupun skrip shell dan aplikasi, menyatakan perintah yang akan dijalankan oleh shell
  • pilihan (opsi) untuk mengubah atau menambah default tindakan dari perintah
  • argumen menyatakan obyek yang akan diproses oleh perintah, bagian ini biasanya

berupa berkas, tapi ada juga berisi data yang diproses.
Contoh :
Syntax : ls
Fungsi : Untuk menampilkan list nama file
Contoh :
[sofwan@sofwan ~] $ ls
catatan
[sofwan@sofwan ~] $ ls -l
total 4
-rw-r—r– 1 sofwan sofwan 25 2011-03-05 14:33 catatan
Keterangan :
– parameter -l : Untuk format listing yang panjang
– -rw-r—r– : Struktur security sebuah file
– sofwan sofwan : File ini di miliki oleh user : sofwan dan group : sofwan

– 25 : Ukuran bytes
– 2011-03-05 14:33 : Tanggal pembuatan file
– catatan : Nama file
Untuk keterangan lebih lengkap tentang sebuah perintah, anda dapat menggunakan perintah sbb :
nama_perintah –help
atau
man nama_perintah
Beberapa Options yang ada pada perintah ls adalah :
− -a –all menampilkan semua file, termasuk yang di awali dengan titik
− -f Tidak di urutkan, mengaktifkan -aU dan me non-aktifkan -ls –color
− -h –human readable dengan menggunakan -l juga, mencetak ukuran dalam format
yang mudah di baca.
− -l Menggunakan listing format yang panjang
− -r –reverse Urutan secara terbalik ketika sorting
Untuk contoh syntax yang lain adalah :

[sofwan@sofwan ~] $ df –total
Filesystem        Size         Used         Avail         Use%       Mounted on
/dev/sda5         20G         13G          6,4G           66%          /
/dev/sda7        9,7G        9,7G         5,3G          46%          /home
total                     30G         17G           12G            60%

Keterangan :
df : syntax untuk mengetahui kondisi harddisk parameter –total : Mencetak nilai total Selain ls, terdapat beberapa perintah lain, seperti :
− pwd → Untuk mengetahui direktori yang aktif
Contoh : [sofwan@sofwan ~] $ pwd
/home/sofwan
− whoami → Untuk mengetahui nama host diri sendiri
Contoh : [sofwan@sofwan ~] $ whoami
sofwan

– date → Untuk mengetahui tanggal yang aktif di komputer
Contoh : [sofwan@sofwan ~] $ date
Sun Mar 6 14:17:33 WIT 2011

Iklan

About udaneco

Mahasiswa dari universitas islam negri sultan sarif kasim Riau, fakultas sains dan teknologi, jurusan sistem informasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s